Mengenal Golongan Darah dengan Risiko Penyakit Jantung yang Lebih Rendah

Januari 15, 2026

JASAPAKETAQIQAH.COM – Beragam penelitian ilmiah terus mengungkap hubungan antara golongan darah dan risiko penyakit kardiovaskular. Beberapa studi menunjukkan bahwa individu dengan golongan darah O memiliki risiko lebih rendah mengalami penyakit jantung dibandingkan dengan golongan darah lainnya. Bahkan, golongan darah ini dianggap memberikan perlindungan bagi kesehatan jantung.

Temuan ini menunjukkan bahwa risiko penyakit jantung tidak hanya dipengaruhi oleh faktor umum seperti tekanan darah, kolesterol, atau gaya hidup, tetapi juga berkaitan dengan faktor biologis bawaan seperti golongan darah.

Hubungan Golongan Darah dengan Penyakit Jantung Koroner

Penelitian tahun 2012 yang diterbitkan dalam jurnal *Arteriosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology* mengungkapkan bahwa individu dengan golongan darah A, B, dan AB memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner dibandingkan orang bergolongan darah O.

Hasil penelitian epidemiologi ini menunjukkan bahwa kasus serangan jantung dan gagal jantung cenderung lebih sering terjadi pada individu dengan golongan darah non-O. Sebaliknya, golongan darah O memiliki efek perlindungan yang moderat terhadap risiko kardiovaskular.

Risiko yang lebih tinggi pada golongan darah non-O diyakini berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah serta penanda inflamasi yang lebih tinggi. Jika dibiarkan dalam waktu lama, kondisi ini dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah dan memicu gangguan jantung.

Peningkatan Risiko pada Golongan Darah Non-O

Studi yang dilakukan selama lebih dari dua dekade mencatat bahwa individu dengan golongan darah non-O (A, B, AB) memiliki risiko 6-23 persen lebih tinggi mengalami penyakit jantung koroner. Secara keseluruhan, kelompok non-O tercatat memiliki risiko penyakit jantung 11 persen lebih besar dibandingkan mereka yang memiliki golongan darah O.

Golongan darah O diduga memberi perlindungan kardiovaskular moderat berkat kadar faktor pembekuan darah seperti faktor von Willebrand dan faktor VIII yang lebih rendah. Selain itu, golongan darah ini memiliki efek positif terhadap kadar kolesterol serta penanda inflamasi dalam tubuh.

Mengapa Golongan Darah Memengaruhi Risiko Jantung?

Menurut *Times of India*, golongan darah non-O cenderung memiliki kadar penanda inflamasi yang lebih tinggi, yang dapat meningkatkan risiko berkembangnya penyakit jantung dalam jangka panjang.

Walaupun golongan darah seseorang tidak dapat diubah, informasi ini dinilai penting untuk mendorong langkah pencegahan. Mereka yang memiliki golongan darah non-O disarankan untuk rutin memeriksakan kesehatan kardiovaskular, mengelola faktor risiko seperti tekanan darah dan kolesterol, menjaga pola makan sehat, serta memperhatikan aktivitas fisik sehari-hari.

Sejumlah penelitian juga mencatat bahwa individu dengan golongan darah O cenderung memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung dan stroke pada usia muda.

Baca Juga : Gejala Awal Kanker Lambung dan Cara Membedakannya dari Gangguan Pencernaan Lain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *