JASAPAKETAQIQAH.COM – Gangguan kesehatan mental telah menjadi perhatian utama, dengan puluhan juta orang dewasa dan remaja di Amerika Serikat mengalami berbagai jenis kondisi ini. Menurut data dari National Institute of Mental Health, gangguan kesehatan mental yang paling umum meliputi kecemasan, depresi, gangguan spektrum autisme, gangguan bipolar, gangguan obsesif-kompulsif, hingga gangguan hiperaktif/kurang perhatian (ADHD).
Salah satu dampak dari masalah kesehatan mental yang sering terjadi adalah gangguan makan. Meskipun terdapat beberapa jenis gangguan makan, Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders mencatat delapan jenis utama yang sering diidentifikasi. Di antara semuanya, anoreksia nervosa menjadi salah satu gangguan makan yang paling umum, diikuti oleh bulimia nervosa, makan berlebihan, serta perilaku makan pilih-pilih atau menolak makanan.
Apa itu Anoreksia Nervosa?
Anoreksia nervosa adalah gangguan mental yang serius dan dapat memengaruhi seluruh sistem tubuh seseorang. Claire Aarnio-Peterson, seorang psikolog klinis, mengungkapkan bahwa tanda-tanda paling umum dari gangguan ini meliputi:
– Membatasi asupan makanan sampai pada tingkat yang membahayakan seperti berat badan yang sangat rendah.
– Ketakutan berlebihan terhadap kenaikan berat badan, meskipun berat badan aktualnya sudah jauh di bawah batas normal.
– Pandangan negatif terhadap citra tubuh disertai obsesi terhadap bentuk dan berat badan.
– Kurangnya perhatian terhadap konsekuensi serius akibat kekurangan gizi dan berat badan rendah.
Menurut Kim Anderson, direktur klinis di Eating Recovery Center di Colorado, anoreksia nervosa tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik tetapi juga mental. Masalah yang timbul dapat mencakup gangguan pencernaan, ketidaksuburan, risiko bunuh diri, pubertas tertunda, kecemasan, depresi, anemia, osteoporosis, hingga gangguan jantung seperti bradikardia.
Gambaran Prevalensi di Amerika Serikat
Statistik menunjukkan bahwa sekitar 9 persen penduduk Amerika Serikat, atau hampir 30 juta orang, pernah mengalami gangguan makan. Angka ini bahkan lebih tinggi dalam kelompok usia tertentu; pada remaja perempuan angkanya mencapai hampir 12 persen. Khusus untuk anoreksia nervosa, prevalensi ditemukan sekitar 4 persen pada perempuan dan 0,3 persen pada laki-laki.
Apakah Anoreksia Nervosa Bisa Disembuhkan?
Walaupun tergolong sebagai gangguan yang serius, bukan berarti penderita dan keluarga harus kehilangan harapan. Menurut Aarnio-Peterson, deteksi dini menjadi salah satu faktor kunci untuk meningkatkan peluang pemulihan. Pendekatan ini dimulai dengan dukungan dari keluarga dan teman-teman terdekat untuk menyediakan lingkungan yang suportif tanpa menghakimi.
Namun, perlu diperhatikan bahwa banyak penderita anoreksia tidak menyadari kondisi mereka atau bahkan menolak bantuan. Oleh karena itu, proses pengobatan sering kali diawali dengan kesadaran pribadi dan dukungan yang penuh pengertian. Berdasarkan evaluasi awal tersebut, keluarga kemudian dapat menyusun rencana perawatan lanjutan sesuai kebutuhan penderita.
Baca Juga : Mengapa Suhu Tubuh 37 Derajat Celcius Ditetapkan Sebagai Patokan Demam?